Entahlah,
Semesta yang gemar bercanda ini
Memang
mahir benar merancang pertemuan.
Ada
milyaran manusia yang bersinggungan dan berpapasan melintasi jalan dan tapak
yang sama.
Ada
beribu tatap muka, tapi Dia biarkanku menatap wajahmu saja.
Merekam
segala tentangmu.
Dan
untuk kisah-kisah yang lalu,
Untuk
detik yang banyak berkorban atas nama pelajaran,
Yang
membiasakan luka dan membahasakan diam,
Membungkam
kecewa dengan banyak pemakluman,
Yang
menjadikan jiwa hilang kendali, nyaris mati.
Maka menjadi bahagia dalam jiwa yang tak kenal renta
adalah pilihan manusia luar
biasa.
Jika
masih bisa kuungkapkan seberapa bercandanya semesta,
Maka
akan kuberitahu padamu,
bahwa Dia menghapus puluhan kisah yang ada,
lalu menggantikannya dengan kisahmu.
Semoga
ada pertemuan kedua, ketiga, kesekian kalinya.
Tak hanya tatap muka, mungkin bercerita,
Mencipta kisah
Tentang kita.
Komentar
Posting Komentar