Surat untukmu, Mas

Hai Mas, kau tahu
Sebelum pertemuan ini
Ada ribuan cemas mampir mondar mandir
Ada jutaan mantra kukirim ke langit
Ada milyaran harapan yang pernah layu lalu kutanam lagi
Ada kesabaran tak berusia
Ada ikhlas seikhlas ranting 
yang ditinggalkan daun gugur karena angin. 

Terima kasih untuk kamu dan waktumu, 
Meskipun perjalanan, percakapan, pulang, dan pergi 
terasa kurang rempah, kurang gurih, 
tapi kamu lagi-lagi bikin aku jatuh hati. 

Terima kasih untuk senyummu diakhir jalan, indah sekali. 
Jika bisa meminta kepada yang Esa, 
aku ingin melihatnya sekali lagi, lagi, lagi sampai nanti. 

Terima kasih untuk ratusan kata, yang tak bisa ku maknai,
mungkin karena kau mengirimnya tepat di hatiku, bukan pikiranku. 

Ada yang aneh Mas, 
Ketika denganmu aku tak mengenal diriku sendiri 
dan ada bahagia yang tak dapat kunominalkan harganya. 

Terima dan Kasih kukirim beserta getir 
yang kuikhlaskan di atas sajadah, 
sebab kepada-Nya lah pertanyaan datang sepaket dengan jawaban. 

Untuk yang terakhir, 
Kau perlu tau Mas, 
Tuhan tak mungkin menciptakanmu tanpa alasan,
Begitupun yang datang ke hidupmu. 

Komentar