Hari Jatuh Cinta

 "Simpanlah apa yang kau rasa dalam diam, serahasia mungkin, hingga debarannya hanya engkau dan Tuhan yang mampu mendengarnya"

Adalah kalimat delapan tahun lalu yang kuyakini untuk pembenaran atas ketidakberanianku mengungkapkan segala rasa yang hadir. 

Tiga juta seratus enam puluh empat ribu empat ratus detik terakhir ini tak mudah. 

Pada detik yang selalu berubah dan detak yang tak pernah beranjak, dan gerimis yang tak mengenal angka, Tuhan menghadiahiku seorang dibalik cermin yang sangat berbeda. 

Dia serupa puisi cinta, ditulis atau tidak, tetap sama indahnya. 

Dia memiliki segala yang ingin kupunya. 

Padanya dan untuknya tak ada yang sia-sia. 

Pada saat itu aku tahu bahwa dia dan segala kurangnya, adalah sepaket kebahagiaan yang ku mau. 

Mungkin itu sebabnya Tuhan memberiku banyak kesempatan, agar aku lebih banyak melipat doa. 


Sent with millions of love🤍

Komentar