Kudengar
suara runtuhan itu seperti suara air Tuhan turun,
konon
katanya ada ribuan tetes kejernihan mengandung pertanyaan-pertanyaan yang
jawabannya masih dirahasiakan Tuhan.
Mereka bilang, hati-hati dengan doa, apa-apa yang pernah kita panjatkan dengan serius, tulus, bahkan yang biasa saja tanpa sengaja kadang bisa saja dikabulkan.
Pada
akhirnya hidup bisa saja serupa air Tuhan, serupa kata-kata yang kita
panjatkan.
Kadang
bisa jatuh di antara cerah dan mendung, gelap dan terang, dan kita yang tak
pernah siap menerima jawaban.
Pada
akhirnya hidup juga adalah menerima gelap dan terang dalam kadar yang harusnya
sama adil.
Masih
banyak yang perlu dibenahi di sini,
banyak
yang mengucilkan dan menghindari gelap karena terang lebih menyilaukan, padahal
tanpa gelap, terang bukan apa apa.
Mari
tumbuh bersama tanpa harus bertaruh pada terang,
tanpa
harus meyakinkan bahwa sinar lebih indah
Mari kita
rancang tembok-tembok beserta atap yang kokoh
Jangan
ikut luruh pada silau
Mari nikmati
sisi gelap dari banyaknya sinar dan pijar
Mari
terima gelap, meski gelap kerap dicurigai sebagai kepahitan.
Pada bising
ini saya menemukan gelap serupa Americano
Tak
manis, namun juga tak pahit,
Tak pudar
namun juga tak jernih,
Ia nampak
gelap dan menakutkan
Padahal ia
ringan, tepat pada porsinya.
Rasakan
gelap pada secangkir Americano
Maka kamu
akan menemukan gelap yang indah
Gelap
yang tenang, gelap yang berani, gelap yang begitu memukau
Pada bising ini pula, dalam secangkir gelapnya Americano,
saya menemukanmu.
Komentar
Posting Komentar